Langsung ke konten utama

Mungkin?

Pagi yang cerah itu menuntut ku untuk duduk di sudut ruangan
terlalu egois untuk memilih kursi di sudut dengan pemandangan orang orang yang bercengkrama sangat asyik.
namun seperti katamu,
pilih lah satu kursi untuk kamu dan mintalah secangkir gelas kopi atau susu favorit mu.
Jangan lupa ditambah dengan asupan gizi yang bermanfaat untuk tubuh mu
aku enggan  melihat kamu hanya dengan secangkir gelas saja
karena tubuh mu butuh energi.
Lalu jika tubuh ini sudah berisikan energi tetap saja aku perlu pembangkit dari energi ini.
Benar bukan? Tidak bisa kaki ini berjalan jika tidak ada tujuan
Tidak bisa tangan ku mengetik satu dua kata jika tidak ada objek nya.
Tidak bisa juga energi ini aku gunakan jika tidak ada teriakan.
Sudah paham kah?
Atau mungkin aku harus memilah kata kata apa yang harus kutuliskan
dan menyatukan semua huruf agar tau apa yang aku maksud
tanpa ada tanda tanya lagi dari mulut mu
Yasudah ,
Silahkan duduk saja di depan masih kosong, sengaja aku memilih sepasang kursi.
satu untuk ku dan satu (mungkin) untuk kamu
dan jangan tanya kenapa tidak ada meja di antara kita
karena meja hanya akan membuat jarak,
kursi saja cukup.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ironisnya,

Bukan di telan hari kemarin hanya saja satu patah kata terdapat koma hanya saja kudengar jeda hirupan nafas Bukan di telan hari kemarin hanya saja belum terdapat titik yang aku temui hanya saja tanda tanya besar yang dapat terlihat Bukan di telan hari kemarin hanya saja  raut muka yang terus ingin berhadapan hanya saja kedua mata yang terus mengarah ke kanan seolah berfikir Bukan di telan hari kemarin hanya saja jari telunjuk tidak bisa berhenti bergerak hanya saja getaran mulut yang kulihat seakan ada yang ingin terucap  Mungkin, tidak ada kalimat di telan hari kemarin jika  ada titik disetiap kata ada hati yang sudah tertutup  ada masa yang sudah terhenti ada detik yang terhenti dan ironisnya, ada hati baru yang ditemui

Maaf,

Mulai aku lihat, matahari bersinar cerah di langit yang biru beserta awan yang saling menumpuk Mulai aku lihat, tatapan manis orang orang tersayang dengan cerita canda tawa nya  Mulai aku lihat, jalanan mulai ramai oleh kendaraan berasap yang ramah menyapa ku Mulai aku lihat, harum wangi tumbuhan di sekeliling ku dengan warna yang cerah Mulai aku lihat, udara yang begitu sejuk menemani ku dalam perjalanan Mulai aku lihat, suara burung bercicit ria di langit menutunku ke sebuah kisah baru Maaf, Beberapa bait yang ku buat, mungkin terlihat lelah, karena terpaksa menemukan hari yang baru yang belum  ku temui. Maaf, Beberapa bait yang ku buat , terlalu berat, karena terpaksa untuk terlihat indah  di mata mu.

di pukul itu..

21.00 waktu Indonesia bagian barat sekaligus waktu untuk menarik selimut  lampu putih berganti kuning cahaya jendela pun hanya bayang bayang lampu taman sunyi sepi hanya suara ketikan jari ini dengan cahaya sinar gadget 21.10 sama saja tidak ada berubah dari menit sebelum nya tetap saja redup  tidak ada suara selain hirupan nafas 21.15 lima menit yang terbuang sia sia dan penuh tanya yah lebih baik, kedua mata ini istirahat dari pada terus menerus di depan layar memikirkan sesuatu yang nggak pasti dan belum tentu terjadi 21.20 hey, kenapa tidak berhenti melihat layar? kenapa tidak memejamkan mata saja? kenapa tidak menarik selimut mu? kenapa tidak berbaring dengan tidak ada beban satupun? kenapa tidak kenapa tidak? OH NO i think.. Sleep doesn't help if it's your soul that's tired :)