Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Pesan yang kuterima

Tahu tidak di pukul aku menulis ini Iyaps, pukul 07.00 pagi dimana segerumbulan orang baru berangkat dari rumah nya Untuk melakukan  kewajiban nya sebagai murid atau sebagai pekerja Bahkan mungkin untuk sebagian orang dipukul ini masih terlelap dalam mimpinya Seperti seseorang dalam pesan ini Ketika dipukul ini segerombolan baru menuju tempat Apa kamu tahu? Aku sudah di depan layar laptop ku dengan suasana kantor yang tenang belum seramai pukul kerja Memang belum pukul kerja, terlalu pagi untuk aku melakukannya Terlalu pagi aku untuk memutar otak Tapi tidak untuk saat ini, Pilihan inilah yang membuat aku terbangun dari suatu pesan pernah kuterima Dari mana lagi, kalau bukan dari kamu Dipagi ini yang membuat aku mengerti Apa itu arti pagi, apa itu arti keramaian kendaraan yang bisa kulihat dari sisi jendela depan laptopku Apa itu arti menyapu halamannya dipagi hari Apa itu arti udara yang sangat sejuk dalam polusi kendaraan Dan apa itu arti untuk mencoba mengabaikan...

Karena,

Sudah menjadi seputih kertas tidak terdapat lagi warna terang atau gelap tidak dijumpai juga oleh percikan percikan yang dulu sering melintang tidak ada pula yang harus di komentari  sudah tidak ada sebuah kisah hanya seputih kertas yang belum ternodai Hanya firasat atau memang fakta putih kertas ini hanya menjadi abu  yang tidak pernah tersentuh kejauhan kalau berfikir bakal tersentuh karena untuk ditengok aja mungkin berat  Setega itu aku berfikir  bukan karena hati yang kotor dan pikiran yang penuh namun lihat saja  kertas itu tetap putih bersih belum tersentuh  dan tidak terlihat sedikitpun bayang-bayang mungkin lagi sibuk mewarnai kertas sendiri atau kertas yang lain Bukan, bukan aku berfikir begitu hanya saja apalah arti hati orang yang sedang termakan rindu dan jeda. kemari, berbincanglah diatas rooftop dengan kertasku hingga matahari terbit kita selesaikan perbincangan yang belum selesai dan kembalikan li...

Ironisnya,

Bukan di telan hari kemarin hanya saja satu patah kata terdapat koma hanya saja kudengar jeda hirupan nafas Bukan di telan hari kemarin hanya saja belum terdapat titik yang aku temui hanya saja tanda tanya besar yang dapat terlihat Bukan di telan hari kemarin hanya saja  raut muka yang terus ingin berhadapan hanya saja kedua mata yang terus mengarah ke kanan seolah berfikir Bukan di telan hari kemarin hanya saja jari telunjuk tidak bisa berhenti bergerak hanya saja getaran mulut yang kulihat seakan ada yang ingin terucap  Mungkin, tidak ada kalimat di telan hari kemarin jika  ada titik disetiap kata ada hati yang sudah tertutup  ada masa yang sudah terhenti ada detik yang terhenti dan ironisnya, ada hati baru yang ditemui