Langsung ke konten utama

Untuk Kita

Dari meja bundar ini dua mata ku berhadapan dengan jendela dan layar laptop
Dipermanis lagi dengan bingkai foto indah dari mu
Hanya bingkai saja
Ya
Tidak ada isi nya.
Seperti keadaan ku saat ini
Aku melihat jendela di depan meja bundar ku
Aku bicara dalam hati
Sepertinya,
Aku tak percaya lagi sinar matahari bisa seindah pagi ku sebelum nya
Aku disini dengan bingkai foto indah mu menunggu gelap hingga tidak ada matahari di depan
Aku hanya duduk berjam jam dan berfikir keras apa yang aku ketik
Untuk kita.
Bukan , bukan untuk kamu
Tenang , ini tentang kisah kita
(aku dan perasaan ku) saat ini.
Bukan untuk mencari celah atau perhatian dari mu.
Ingat,
Itu semua hanya 'sepertinya'
Yang nanti,
Aku percaya kembali bahwa matahari bisa tersenyum menyinari hari hariku.
Aku percaya kembali bahwa bingkai foto bisa terisikan wajah cantik dan senyum indah ku.
Aku percaya kembali tidak perlu aku menunggu gelap untuk bisa berhenti duduk di kursi ini.
Aku percaya kembali diluar sana banyak inspirasi untuk tulisan kecil ku ini.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ironisnya,

Bukan di telan hari kemarin hanya saja satu patah kata terdapat koma hanya saja kudengar jeda hirupan nafas Bukan di telan hari kemarin hanya saja belum terdapat titik yang aku temui hanya saja tanda tanya besar yang dapat terlihat Bukan di telan hari kemarin hanya saja  raut muka yang terus ingin berhadapan hanya saja kedua mata yang terus mengarah ke kanan seolah berfikir Bukan di telan hari kemarin hanya saja jari telunjuk tidak bisa berhenti bergerak hanya saja getaran mulut yang kulihat seakan ada yang ingin terucap  Mungkin, tidak ada kalimat di telan hari kemarin jika  ada titik disetiap kata ada hati yang sudah tertutup  ada masa yang sudah terhenti ada detik yang terhenti dan ironisnya, ada hati baru yang ditemui

Maaf,

Mulai aku lihat, matahari bersinar cerah di langit yang biru beserta awan yang saling menumpuk Mulai aku lihat, tatapan manis orang orang tersayang dengan cerita canda tawa nya  Mulai aku lihat, jalanan mulai ramai oleh kendaraan berasap yang ramah menyapa ku Mulai aku lihat, harum wangi tumbuhan di sekeliling ku dengan warna yang cerah Mulai aku lihat, udara yang begitu sejuk menemani ku dalam perjalanan Mulai aku lihat, suara burung bercicit ria di langit menutunku ke sebuah kisah baru Maaf, Beberapa bait yang ku buat, mungkin terlihat lelah, karena terpaksa menemukan hari yang baru yang belum  ku temui. Maaf, Beberapa bait yang ku buat , terlalu berat, karena terpaksa untuk terlihat indah  di mata mu.

di pukul itu..

21.00 waktu Indonesia bagian barat sekaligus waktu untuk menarik selimut  lampu putih berganti kuning cahaya jendela pun hanya bayang bayang lampu taman sunyi sepi hanya suara ketikan jari ini dengan cahaya sinar gadget 21.10 sama saja tidak ada berubah dari menit sebelum nya tetap saja redup  tidak ada suara selain hirupan nafas 21.15 lima menit yang terbuang sia sia dan penuh tanya yah lebih baik, kedua mata ini istirahat dari pada terus menerus di depan layar memikirkan sesuatu yang nggak pasti dan belum tentu terjadi 21.20 hey, kenapa tidak berhenti melihat layar? kenapa tidak memejamkan mata saja? kenapa tidak menarik selimut mu? kenapa tidak berbaring dengan tidak ada beban satupun? kenapa tidak kenapa tidak? OH NO i think.. Sleep doesn't help if it's your soul that's tired :)