Langsung ke konten utama

Karena,

Sudah menjadi seputih kertas
tidak terdapat lagi warna terang atau gelap
tidak dijumpai juga oleh percikan percikan yang dulu sering melintang
tidak ada pula yang harus di komentari 
sudah tidak ada sebuah kisah
hanya seputih kertas yang belum ternodai

Hanya firasat atau memang fakta
putih kertas ini hanya menjadi abu 
yang tidak pernah tersentuh
kejauhan kalau berfikir bakal tersentuh
karena untuk ditengok aja mungkin berat 

Setega itu aku berfikir 
bukan karena hati yang kotor dan pikiran yang penuh
namun lihat saja 
kertas itu tetap putih bersih belum tersentuh 
dan tidak terlihat sedikitpun bayang-bayang
mungkin lagi sibuk mewarnai kertas sendiri atau kertas yang lain

Bukan, bukan aku berfikir begitu
hanya saja apalah arti hati orang yang sedang termakan rindu dan jeda.
kemari, berbincanglah diatas rooftop dengan kertasku hingga matahari terbit
kita selesaikan perbincangan yang belum selesai dan kembalikan lintangan yang telah kita buat dulu
tidak memaksa, itu semua memang hanya harapan selembar kertas yang ingin diwarnai saja.
dan jika harapan itu tidak menjadi nyata 
baliklah kisah ini menjadi bait pertama seperti yang kutuliskan
karena kertas yang lain sudah kau warnai dengan indah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ironisnya,

Bukan di telan hari kemarin hanya saja satu patah kata terdapat koma hanya saja kudengar jeda hirupan nafas Bukan di telan hari kemarin hanya saja belum terdapat titik yang aku temui hanya saja tanda tanya besar yang dapat terlihat Bukan di telan hari kemarin hanya saja  raut muka yang terus ingin berhadapan hanya saja kedua mata yang terus mengarah ke kanan seolah berfikir Bukan di telan hari kemarin hanya saja jari telunjuk tidak bisa berhenti bergerak hanya saja getaran mulut yang kulihat seakan ada yang ingin terucap  Mungkin, tidak ada kalimat di telan hari kemarin jika  ada titik disetiap kata ada hati yang sudah tertutup  ada masa yang sudah terhenti ada detik yang terhenti dan ironisnya, ada hati baru yang ditemui

Maaf,

Mulai aku lihat, matahari bersinar cerah di langit yang biru beserta awan yang saling menumpuk Mulai aku lihat, tatapan manis orang orang tersayang dengan cerita canda tawa nya  Mulai aku lihat, jalanan mulai ramai oleh kendaraan berasap yang ramah menyapa ku Mulai aku lihat, harum wangi tumbuhan di sekeliling ku dengan warna yang cerah Mulai aku lihat, udara yang begitu sejuk menemani ku dalam perjalanan Mulai aku lihat, suara burung bercicit ria di langit menutunku ke sebuah kisah baru Maaf, Beberapa bait yang ku buat, mungkin terlihat lelah, karena terpaksa menemukan hari yang baru yang belum  ku temui. Maaf, Beberapa bait yang ku buat , terlalu berat, karena terpaksa untuk terlihat indah  di mata mu.

di pukul itu..

21.00 waktu Indonesia bagian barat sekaligus waktu untuk menarik selimut  lampu putih berganti kuning cahaya jendela pun hanya bayang bayang lampu taman sunyi sepi hanya suara ketikan jari ini dengan cahaya sinar gadget 21.10 sama saja tidak ada berubah dari menit sebelum nya tetap saja redup  tidak ada suara selain hirupan nafas 21.15 lima menit yang terbuang sia sia dan penuh tanya yah lebih baik, kedua mata ini istirahat dari pada terus menerus di depan layar memikirkan sesuatu yang nggak pasti dan belum tentu terjadi 21.20 hey, kenapa tidak berhenti melihat layar? kenapa tidak memejamkan mata saja? kenapa tidak menarik selimut mu? kenapa tidak berbaring dengan tidak ada beban satupun? kenapa tidak kenapa tidak? OH NO i think.. Sleep doesn't help if it's your soul that's tired :)