Langsung ke konten utama

664km

Sudah lama rasanya tak mencurahkan isi di dalam sini
memang, tidak baik memendam terlalu lama
engga baik juga buat curahin semua untuk di publik
kenapa  tidak curahin ke orang yang ada di sebelahmu?
Tidak tau, adalah jawaban yang pas untuk saat ini.
Memang hanya 664 km saja, dan era sekarang sangat mendukung 664km atau bahkan lebih
namun, jika hati belum mendukung untuk apa?
Lalu pertanyaan selanjutnya, mengapa masih ada kata 664km jika memang hati belum mendukung?
Boleh kah jika aku menjawab tidak tau lagi?
Terlalu banyak bising didalam hingga susah untuk dikeluarkan, terlelap pun hanya sekejap 
Kenapa tidak tau kalau sudah 1460 hari?Kemana aja memang?
Mungkin cuman yang diatas yang bisa tau isi ini, karena aku tau manusia tidak maha mengetahui.
Andaikan manusia maha mengetahui, mungkin bakal mengurungkan niat untuk bersenang-senang sekejap dan memberi aware. Bukan, belas kasihan. Bukan juga, kepo. 
Tapi yang benar benar aware dan peduli.
AH, sudahlah buat apa juga bergantung pada orang lain toh juga cuman hati yang bisa mengerti
Biarkan aja, karena ya seperti tadi manusia tidak diciptakan untuk maha mengetahui
seiring nya jalan mungkin dua hati yang bisa menjawab.
Memang ku biarkan saja semua mengalir perlahan.
Karena takut kesepian?Bukan. Hanya ingin mengetahui jawaban hati saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ironisnya,

Bukan di telan hari kemarin hanya saja satu patah kata terdapat koma hanya saja kudengar jeda hirupan nafas Bukan di telan hari kemarin hanya saja belum terdapat titik yang aku temui hanya saja tanda tanya besar yang dapat terlihat Bukan di telan hari kemarin hanya saja  raut muka yang terus ingin berhadapan hanya saja kedua mata yang terus mengarah ke kanan seolah berfikir Bukan di telan hari kemarin hanya saja jari telunjuk tidak bisa berhenti bergerak hanya saja getaran mulut yang kulihat seakan ada yang ingin terucap  Mungkin, tidak ada kalimat di telan hari kemarin jika  ada titik disetiap kata ada hati yang sudah tertutup  ada masa yang sudah terhenti ada detik yang terhenti dan ironisnya, ada hati baru yang ditemui

Maaf,

Mulai aku lihat, matahari bersinar cerah di langit yang biru beserta awan yang saling menumpuk Mulai aku lihat, tatapan manis orang orang tersayang dengan cerita canda tawa nya  Mulai aku lihat, jalanan mulai ramai oleh kendaraan berasap yang ramah menyapa ku Mulai aku lihat, harum wangi tumbuhan di sekeliling ku dengan warna yang cerah Mulai aku lihat, udara yang begitu sejuk menemani ku dalam perjalanan Mulai aku lihat, suara burung bercicit ria di langit menutunku ke sebuah kisah baru Maaf, Beberapa bait yang ku buat, mungkin terlihat lelah, karena terpaksa menemukan hari yang baru yang belum  ku temui. Maaf, Beberapa bait yang ku buat , terlalu berat, karena terpaksa untuk terlihat indah  di mata mu.

di pukul itu..

21.00 waktu Indonesia bagian barat sekaligus waktu untuk menarik selimut  lampu putih berganti kuning cahaya jendela pun hanya bayang bayang lampu taman sunyi sepi hanya suara ketikan jari ini dengan cahaya sinar gadget 21.10 sama saja tidak ada berubah dari menit sebelum nya tetap saja redup  tidak ada suara selain hirupan nafas 21.15 lima menit yang terbuang sia sia dan penuh tanya yah lebih baik, kedua mata ini istirahat dari pada terus menerus di depan layar memikirkan sesuatu yang nggak pasti dan belum tentu terjadi 21.20 hey, kenapa tidak berhenti melihat layar? kenapa tidak memejamkan mata saja? kenapa tidak menarik selimut mu? kenapa tidak berbaring dengan tidak ada beban satupun? kenapa tidak kenapa tidak? OH NO i think.. Sleep doesn't help if it's your soul that's tired :)